Langsung ke konten utama

Nabung koin yuk

Pernahkah kawan menabung? Entah menabung di bank ataupun di celengan. Menabung kertas maupun receh menjadi salah satu media penanaman budi pekerti mengenai berhemat.

Berbicara menabung, pasti tak lepas mengenai peribahasa "sedikit demi sedikit menjadi bukit" yakni menabung dari hal kecil kelak akan menjadi banyak dan kokoh.

Kawan, andai kita merenung, sudahkah kita mempersiapkan "bukit" tersebut? Jika belum, alangkah bijaknya bila kita memulainya dengan melatih menabung dengan koin. Loh kok koin? Apa tak ada yang lain selain itu?

Sebenarnya ada, namun koin memiliki beberapa keunggulan yang terkadang lebih baik dibanding uang kertas, saham, maupun yang lainnya. Koin yang kita anggap "anak tiri" sesungguhnya bisa menjadi sumber "dana talangan" dikala income tengah menghilang melunasi hutang serta mudah kita temui di kehidupan sehari-hari.

Bila kita menabung koin, resiko tergoda "rayu bujuk" baik belanja barang maupun jajan akan terkontrol, sisa belanja bisa langsung di simpan baik di dompet maupun  di celengan.

Selain itu, bagi kawan yang masih menyimpan beberapa koin lama, dapat dijadikan sebagai sarana investasi yang pasti. Setiap tahun nilai nominal koin akan naik setiap lima tahun sekali atau dalam momen tertentu.

Terkadang apa yang kita anggap remeh sebenarnya sangat berpotensi besar menjadi investasi jangka panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

koin yang terlupakan

koin tak selamanya bulat, ya memang ada beberapa koin yang memiliki rupa yang tak lazim, misalnya saja uang 1 cent king george V yang berbentuk kotak, uang cent hongkong yang berbentuk bunga, atau hexagonal seperti uang cent australia. kawan, membahas rupa koin, saya ingin membahas sedikit cerita tentang "koin yang terlupakan" oleh kita, terutama orang jawa khususnya.
seperti pada gambar dibawah ini, barisan logam pipih ini bukanlah besi yang digunakan sebagai kancing celana jeans atau untuk jaket. jika kita amati lagi akan nampak perbedaannya. meski tampak kusam, sejatinya ini adalah salah satu alat tukar yang pernah digunakan pada masa dahulu, dan sebenarnya gambar dibawah adalah koin yang terbuat dari perak. benar gambar ini adalah uang perak yang memiliki kadar perak hingga 80 persen dan memiliki kandungan emas 20 persen


koin di atas adalah koin perak kerajaan majapahit, sekitar abad 11-13 masehi. walau sejatinya ini adalah koin milik kerajaan sriwijaya, tetapi karena ban…

kamus numismatik #2

B B: Prefix pada uang kertas pendudukan kerajaan Jepang pada PD II singkatan “Burma”. B: Singkatan dari logam untuk Brass (kuningan) BAATH (B): Nama mata-uang negara Thailand. (Lihat : Mata-uang negara-negara di dunia) BACK: Sisi belakang dari uang kertas, kalau pada coin disebut “reverse” (lawanya "obverse) BAISA: Mata-uang pecahan kecil negara Oman ( 1.000 Baisa = 1 Rial ). LIHAT : mata-uang negara-negara dunia BALBOA (B): Nama mata-uang negara Panama. Pecahan cent-nya disebut Centesimo.(Lihat : Mata-uang negara-negara di dunia) BAMBOOGELD TOKEN: Atau Uang Bambu. Toekn yang terbuat dari bambu dan berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah pada daerah tertentu yang ditetapkan. seperti : Token Bamboo Tjirohani, Uang bambo yang berlaku di perkebunan "Tjirohani" - Sukabumi 1870-1885. BAN: mata-uang pecahan Cent negara Moldova ; Romania ( 100 Ban = 1 Leu ). Sebelumnya memakai Rubel BANGKA (BANKA): Merujuk pada nama-nama Perusahaan dari TOKEN TIMAH BANKA,Hampir setelah 15…

Rubel, saksi hidup rusia yang masih eksis