Langsung ke konten utama

Cara merawat koin agar tetap mengkilap




Bagi para kolektor numismatik, kilau koin sangatlah berpengaruh terhadap kualitas  koin. Semakin mengkilap dan jelas kondisi koin maka semakin tinggi pula nilai jualnya, sehingga tak heran bila perawatannya benar-benar diperhatikan. Cara memoles koin yang benar sangat penting mengingat lapisan logam yang beredar jaman dahulu begitu rentan akan goresan dan oksidasi. Mengutip Okezone finance, untuk mempertahankan kilau koleksi koin-koin berharga, kita sebaiknya kita hindari hal-hal berikut yang akan mengurangi kualitas koin  dibawah ini :

1.      Jangan menyentuh koin bila tidak perlu


Koin kuno sangat rentan rusak bilamana sering kita sentuh langsung dengan tangan. Hal ini terjadi  karena telapak tangan kita terdapat minyak kulit tubuh yang bersifat asam dan berbahaya bagi lapisan logam. Sehingga jika ingin menyentuh koin koleksi kita yang tergolong langka, diusahakan untuk menggunakan sarung tangan katun atau lateks untuk menjaga lapisan koin.

2.      Hindari memasukkan koin ke dalam mulut


  Air liur adalah salah satu penyebab korosif pada koin selain minyak kulit tubuh, bila sering terkena air liur akan menimbulkan bintik-bintik pada koin. Sehingga untuk mencegah bintik-bintik atau perubahan warna yang terjadi pada koin. Sebaiknya hindari koin dari jangkauan anak-anak yang memungkinkannya untuk digigit juga mencegah buah hati dari keracunan.


3.      Perhatikan tempat penyimpanan



Penyimpanan yang tidak tepat dapat merusak koin seperti tergores maupun terkena bahan yang terbuat dari asam. Bila kawan menerima koin dalam tempat koin khusus, sebaiknya simpan di dalam tempatnya terus dan jangan dikeluarkan agar terjamin kualitasnya.

4.      Perhatikan tempat penyimpamanan yang aman dari perubahan suhu


Memperhatikan perubahan suhu ruangan menjadi poin penting dalam menjaga kualitas koin yang kita koleksi. Oleh karena itu, pastikan koin sahabat berada di tempat yang sejuk, kering, dan gelap di dalam kotak penyimpanan atau kabinet yang didesain khusus untuk koin-koin antik.

Demikinan beberapa kiat menjaga koin koleksi kita agar tetap mengkilap, semoga dapat menginspirasi kawan semua. [ky. h]

Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kamus numismatik #2

B B: Prefix pada uang kertas pendudukan kerajaan Jepang pada PD II singkatan “Burma”. B: Singkatan dari logam untuk Brass (kuningan) BAATH (B): Nama mata-uang negara Thailand. (Lihat : Mata-uang negara-negara di dunia) BACK: Sisi belakang dari uang kertas, kalau pada coin disebut “reverse” (lawanya "obverse) BAISA: Mata-uang pecahan kecil negara Oman ( 1.000 Baisa = 1 Rial ). LIHAT : mata-uang negara-negara dunia BALBOA (B): Nama mata-uang negara Panama. Pecahan cent-nya disebut Centesimo.(Lihat : Mata-uang negara-negara di dunia) BAMBOOGELD TOKEN: Atau Uang Bambu. Toekn yang terbuat dari bambu dan berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah pada daerah tertentu yang ditetapkan. seperti : Token Bamboo Tjirohani, Uang bambo yang berlaku di perkebunan "Tjirohani" - Sukabumi 1870-1885. BAN: mata-uang pecahan Cent negara Moldova ; Romania ( 100 Ban = 1 Leu ). Sebelumnya memakai Rubel BANGKA (BANKA): Merujuk pada nama-nama Perusahaan dari TOKEN TIMAH BANKA,Hampir setelah 15…

koin yang terlupakan

koin tak selamanya bulat, ya memang ada beberapa koin yang memiliki rupa yang tak lazim, misalnya saja uang 1 cent king george V yang berbentuk kotak, uang cent hongkong yang berbentuk bunga, atau hexagonal seperti uang cent australia. kawan, membahas rupa koin, saya ingin membahas sedikit cerita tentang "koin yang terlupakan" oleh kita, terutama orang jawa khususnya.
seperti pada gambar dibawah ini, barisan logam pipih ini bukanlah besi yang digunakan sebagai kancing celana jeans atau untuk jaket. jika kita amati lagi akan nampak perbedaannya. meski tampak kusam, sejatinya ini adalah salah satu alat tukar yang pernah digunakan pada masa dahulu, dan sebenarnya gambar dibawah adalah koin yang terbuat dari perak. benar gambar ini adalah uang perak yang memiliki kadar perak hingga 80 persen dan memiliki kandungan emas 20 persen


koin di atas adalah koin perak kerajaan majapahit, sekitar abad 11-13 masehi. walau sejatinya ini adalah koin milik kerajaan sriwijaya, tetapi karena ban…

perangko riwayatmu dahulu

pernahkan kawan membayangkan hidup tanpa informasi ? mungkin untuk saat ini akan terasa bagaimana bila hidup tanpa informasi, kita tak tahu kabar sanak saudara di daerah jauh hingga update status pun tak bisa. mungkin akan terasa hambar hidup ini. tetapi percayalah kawan jika orang tua kita dulu mungkin tidak akan memusingkan hal demikian, karena informasi masih menjadi kebutuhan sekunder dan masih bisa di tunda kebutuhannya.

untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan kabar sanak saudara, mereka menggunakan surat sebagai alat berkirim kabar beserta perangko sebagai tanda ongkos kirimnya, atau wesel bila ingin mengirim uang dan pesan singkat dengan tenpo pengiriman yang singkat pula.

dahulu orang tua kita perlu menuliskan kabar berita mereka di perantauan sana ke keluarga mereka di kampung halaman. tahun 70 an adalah masa dimana lalu lintas surat begitu pesat dan menciptakan semacam peluang besar di bidang pengiriman terutama kantor pos. apa-apa yang berubungan dengan surat bisa menj…