Langsung ke konten utama

koin bimetal yang unik

Biasanya bahan dasar koin yang jamak di masyarakat menggunakan bahan logam yang terdiri dari satu jenis, misalkan dari nikel, kuningan, aluminium, maupun perunggu. Namun seiring perkembangan zaman teknik pembuatan koin semakin beragam dan tak hanya terbuat dari logam  yang jenisnya monoton. 

Dua dekade yang lalu pernah diperkenalkan varian koin yang terbuat dari dua logam yang dijadikan satu keping. Dimana dua bahan yang  berbeda warna dan jenis dicetak menjadi satu padu sehingga nampak mencolok karena sepintas terlihat seperti dua lingkaran yang lingkaran luar disebut cincin dan lingkaran dalam disebut inti. koin dengan model tersebut sering disebut sebagai koin bimetal. Umumnya koin bimetal terdiri dari nikel dan kuningan, nikel di bagian cincin atau sebaliknya.

Eksotisme koin yang unik ini tidak hanya dari cara pembuatannya saja, bobot koin bimetal juga menjadi sorotan karena lebih berat dibandingkan koin yang terbuat dari satu bahan saja. Sebagai pempanding kita gunakan contoh koin seribu rupiah gambar kelapa sawit. Dengan berat 8,6 gram dan diameter mencapai 22 milimeter jelas akan terasa berbobot koin ini.

Dengan pembuatan koin yang cukup sulit ini, jelas pemalsuan yang dilakukan  oleh oknum yang tak bertanggung jawab dapat diminimalisir. Akan tetapi lambat laun penggunaan koin dengan teknik bimetal mulai ditinggalkan karena proses yang memakan waktu dan biaya yang lebih, selain itu nilai inflasi juga mempengaruhi nilai koin bimetal tersebut.


 Apa kabar kelapa sawit ?

Seiring dengan meredupnya pamor koin bimetal di dunia internasional, koin bimetal kita yang sering kita sebut uang seribu kelapa sawit juga mengalami hal serupa. Tidak hanya uang penggantinya yang kini terbuat dari nikel saja, tetapi uang bimetal sendiri kini susah untuk dicari. Mengapa hai lini bisa terjadi ?

Menurut situs tenpo.co, raibnya uang koin pecahan Rp 1.000 bergambar kelapa sawit di pasaran ternyata telah menjadi bahan baku emban akik alias pengikat batu akik. Tren batu akik kala itu membuat permintaan uang pecahan Rp 1000 terus meningkat. 

Menurut perajin batu akik yang asal Bojonegoro, Sujoko, mengatakan jika uang koin pecahan Rp 1.000 bergambar kelapa sawit menjadi bahan pengikat akik. Biasanya untuk satu emban akik, dibutuhkan tiga biji koin pecahan Rp 1000. Tetapi, uang tersebut hanya diambil tengahnya saja, terutama yang berwarna kuning bulat, dengan diameter dua sentimeter dan tebal dua milimeter

Hal tersebut membuat permintaan akan koin kelapa sawit menjadi melonjak. Awalnya uang receh hanya dijual kisaran Rp 2.000 per koin. Kini harganya melonjak menjadi Rp 5.000 per keping. Sehingga kini koin bimetal tidak hanya diburu oleh kolektor numismatik, tetapi juga para perajin wadah akik. [Ky. h]


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

kamus numismatik #2

B B: Prefix pada uang kertas pendudukan kerajaan Jepang pada PD II singkatan “Burma”. B: Singkatan dari logam untuk Brass (kuningan) BAATH (B): Nama mata-uang negara Thailand. (Lihat : Mata-uang negara-negara di dunia) BACK: Sisi belakang dari uang kertas, kalau pada coin disebut “reverse” (lawanya "obverse) BAISA: Mata-uang pecahan kecil negara Oman ( 1.000 Baisa = 1 Rial ). LIHAT : mata-uang negara-negara dunia BALBOA (B): Nama mata-uang negara Panama. Pecahan cent-nya disebut Centesimo.(Lihat : Mata-uang negara-negara di dunia) BAMBOOGELD TOKEN: Atau Uang Bambu. Toekn yang terbuat dari bambu dan berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah pada daerah tertentu yang ditetapkan. seperti : Token Bamboo Tjirohani, Uang bambo yang berlaku di perkebunan "Tjirohani" - Sukabumi 1870-1885. BAN: mata-uang pecahan Cent negara Moldova ; Romania ( 100 Ban = 1 Leu ). Sebelumnya memakai Rubel BANGKA (BANKA): Merujuk pada nama-nama Perusahaan dari TOKEN TIMAH BANKA,Hampir setelah 15…

koin yang terlupakan

koin tak selamanya bulat, ya memang ada beberapa koin yang memiliki rupa yang tak lazim, misalnya saja uang 1 cent king george V yang berbentuk kotak, uang cent hongkong yang berbentuk bunga, atau hexagonal seperti uang cent australia. kawan, membahas rupa koin, saya ingin membahas sedikit cerita tentang "koin yang terlupakan" oleh kita, terutama orang jawa khususnya.
seperti pada gambar dibawah ini, barisan logam pipih ini bukanlah besi yang digunakan sebagai kancing celana jeans atau untuk jaket. jika kita amati lagi akan nampak perbedaannya. meski tampak kusam, sejatinya ini adalah salah satu alat tukar yang pernah digunakan pada masa dahulu, dan sebenarnya gambar dibawah adalah koin yang terbuat dari perak. benar gambar ini adalah uang perak yang memiliki kadar perak hingga 80 persen dan memiliki kandungan emas 20 persen


koin di atas adalah koin perak kerajaan majapahit, sekitar abad 11-13 masehi. walau sejatinya ini adalah koin milik kerajaan sriwijaya, tetapi karena ban…

Rubel, saksi hidup rusia yang masih eksis