Langsung ke konten utama

koin yang terlupakan

koin tak selamanya bulat, ya memang ada beberapa koin yang memiliki rupa yang tak lazim, misalnya saja uang 1 cent king george V yang berbentuk kotak, uang cent hongkong yang berbentuk bunga, atau hexagonal seperti uang cent australia. kawan, membahas rupa koin, saya ingin membahas sedikit cerita tentang "koin yang terlupakan" oleh kita, terutama orang jawa khususnya.

seperti pada gambar dibawah ini, barisan logam pipih ini bukanlah besi yang digunakan sebagai kancing celana jeans atau untuk jaket. jika kita amati lagi akan nampak perbedaannya. meski tampak kusam, sejatinya ini adalah salah satu alat tukar yang pernah digunakan pada masa dahulu, dan sebenarnya gambar dibawah adalah koin yang terbuat dari perak. benar gambar ini adalah uang perak yang memiliki kadar perak hingga 80 persen dan memiliki kandungan emas 20 persen



koin di atas adalah koin perak kerajaan majapahit, sekitar abad 11-13 masehi. walau sejatinya ini adalah koin milik kerajaan sriwijaya, tetapi karena banyaknya temuan koin ini di kawasan sungai purba dan sungai-sungai besar di jawa terutama di jawa timur sehingga para kolektor numismatik menyebutnya sebagai koin majapahit.


koin perak ini nampak seperti kancing baju sehingga banyak juga yang menyebutnya sebagai "koin kancing" yang memiliki rupa yang artistik, dengan gambar bunga cemdana (sandalwood) dan aksara devanagari menambah keunikan koin yang banyak di temukan di sungai bengawan solo dan  sungai brantas di pulau jawa juga di sungai musi, palembang.


koin tersebut juga memiliki satuannya sendiri seperti dibawah ini :

1 massa (1,2 gram hingga 2 gram)
1/2 massa (0,7 gram hingga 1,2 gram)
1/4 massa (0,4 gram hingga 0,6 gram)


selain itu koin majapahit memiliki sebutannya sendiri sesuai satuan nilai di atas seperti :

saga ( 0,2 gram)
kupang (0,5 gram)
atak (1,2 gram)
massa (2 gram)


walaupun dulu pernah menjadi alat tukar masyarakat, kepopuleran uang perak majapahit kalah pamor bila dibandingkan dengan uang kepeng china yang masuk ke bumi nusantara. mengapa uang perak ini bisa kalah pamor ? usut punya usut bahwasanya dahulu banyak sekali pedagang china yang singgah di jawa dan muali menawarkan dagangannya berupa porselin dan sutra. secara otomatis untuk mendatangkan komoditas tersebut mereka perlu menukarkan uang perak majapahit dengan uang kepeng china seperti sekarang dimana kita harus menukarkan dahulu uang rupiah ke dollar bia hendak belanja ke luar negeri. selain itu uang kepeng lebih mudah dibawa kemana-mana dan ringan bila sedang berpergian jauh. sehingga lambat laun kepopoleran uang kepeng mulai menggantikan uang perak majapahit. meski demikian, kini uang perak majapahit mulai diperhitungkan sebagai salah satu koleksi koin yang artistik dan bisa digunakan sebagai alat investasi. perkeping saat saya membelinya sekitar 30 ribu per gram khusus yang peraknya saja,belum yang emas majapahit yang terkenal lebih langka dibanding koin peraknya. (kyota hamzah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kamus numismatik #2

B B: Prefix pada uang kertas pendudukan kerajaan Jepang pada PD II singkatan “Burma”. B: Singkatan dari logam untuk Brass (kuningan) BAATH (B): Nama mata-uang negara Thailand. (Lihat : Mata-uang negara-negara di dunia) BACK: Sisi belakang dari uang kertas, kalau pada coin disebut “reverse” (lawanya "obverse) BAISA: Mata-uang pecahan kecil negara Oman ( 1.000 Baisa = 1 Rial ). LIHAT : mata-uang negara-negara dunia BALBOA (B): Nama mata-uang negara Panama. Pecahan cent-nya disebut Centesimo.(Lihat : Mata-uang negara-negara di dunia) BAMBOOGELD TOKEN: Atau Uang Bambu. Toekn yang terbuat dari bambu dan berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah pada daerah tertentu yang ditetapkan. seperti : Token Bamboo Tjirohani, Uang bambo yang berlaku di perkebunan "Tjirohani" - Sukabumi 1870-1885. BAN: mata-uang pecahan Cent negara Moldova ; Romania ( 100 Ban = 1 Leu ). Sebelumnya memakai Rubel BANGKA (BANKA): Merujuk pada nama-nama Perusahaan dari TOKEN TIMAH BANKA,Hampir setelah 15…

Rubel, saksi hidup rusia yang masih eksis